Terseyum

Terseyum
Terseyum

Terseyum

Seyum satu kata yang mudah dan indah di dengar , mudah ringan dan siapapun bisa melakukannya . Seyum mengambarkan kecerian, penghormatan dan simpati ataupun seyum sinis. Terseyum membuat orang yang melihatpun menjadi lebih di hargai . maka terseyumlah. untuk itu mulailah langkah kakimu ketika melangkah awali dengan seyuman.Bukankah banyak hal yang bisa kita kerjakan dalam setiap aktivitas akan lebih mudah dengan seyum. Jadi mulailah saat ini juga.

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19

Rasulullah SAW selalu terseyum dalam prilakunya , seyumnya melambangkan bahwa beliau adalah memang pantas sebagai corong dimuka bumi ini sebagai pengembang risalah. Dengan seyum banyak kisah yang mengambarkan tentang pertaubatan orang – orang kafir . Dengan seyum juga betapa ringannya para sahabat nabi yang ketika itu dirundung banyak permasalahan.Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka. Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.

- يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ!

Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”

Untuk itu maka terseyumlah :)

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | Leave a comment